Menjadi Ibu dan Pasien yang Pintar
By Vicka Farah Diba
By Vicka Farah Diba
Selamat hari Ibu ^_^ buat ibu ibu hebat di seluruh Indonesia
Peran ibu memang tiada duanya dan tidak bisa tergantikan oleh siapapun terutama bagi si buah hati....Apalagi bila si buah hati sedang sakit, karena rasa sayangnya ibu menjadi sangat panik dan kuatir....
Well, tentunya tidak harus selalu seperti itu ya bu...Bagaimanapun ada cara tertentu supaya bila si kecil sedang sakit, ibu tetap bisa menjadi seorang ibu dan pasien yang pintar ^_^
Bagaimana caranya mejadi ibu dan pasien yang pintar?
Mari kita coba simak beberapa tips berikut :
1. Selalu siap sedia
Sedia payung sebelum hujan. Pepatah ini sangat benar, sehingga sebelum anak sakit, ibu sebaiknya menyediakan beberapa alat kesehatan penting di rumah seperti : termometer, kassa dan tongue spatel. Sediakan juga obat obatan yang sering dipakai seperti : penurun panas, anti kejang, oralit dan betadine. Kemudian jangan lupa catat nomor telepon penting RS atau Ambulance yang dapat dihubungi dengan segera.
Bekali diri dengan ilmu mengenai penggunaan alat dan obat kesehatan tersebut serta bagaimana menangani kegawatan di rumah seperti : kejang demam, anak tersedak, diare dan demam.
Ibu dapat mempelajari hal tersebut dari buku atau situs kesehatan anak seperti Dokter Anakku www.dokteranakku.net Sehingga ibu dapat memberikan pertolongan pertama pada anak di rumah sebelum dibawa ke dokter.
2. Mencegah lebih baik daripada mengobati
Sebagian besar penyakit yang membuat orang tua membawa anak ke dokter sebenarnya disebabkan oleh hal hal kecil yang dapat dicegah dengan membiasakan hidup sehat dan disiplin. Contohnya :
- Memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dapat mencegah kejadian diare dan konstipasi pada bayi.
- Kebiasaan mencuci tangan dan menjaga kebersihan air dapat mencegah diare pada bayi dan anak.
- Tidak merokok di dekat anak, dapat mencegah penyakit infeksi saluran napas atas (batuk pilek), alergi pada anak dan bahkan mencegah terjadinya infeksi paru berat seperti pneumonia.
- Memakai masker bila orang tua sedang sakit, dapat mencegah penularan penyakit infeksi saluran napas atas pada bayi dan anak
3. Terbuka dan komunikatif
Bila akhirnya si kecil harus dibawa ke dokter, maka bersikaplah terbuka dan komunikatif mengenai gejala dan riwayat penyakit anak. Tidak perlu malu menceritakan riwayat penyakit keluarga yang berhubungan dengan sakit anak, seperti riwayat adanya keluarga yang batuk pilek, riwayat adanya alergi, menderita sakit TBC atau kejang di keluarga. Karena hal ini penting untuk menambah informasi penyakit anak Anda. Bertanyalah dan sampaikan pendapat serta uneg uneg Anda dengan baik agar komunikasi dapat berjalan dua arah antara dokter dan pasien dengan lancar
4. Tidak semua penyakit harus diberi obat
Sebagian besar penyakit bisa sembuh sendiri, seperti penyakit batuk pilek atau diare yang disebabkan oleh virus sebenarnya bisa sembuh sendiri tanpa obat. Anda tidak perlu memaksa dokter untuk memberikan obat atau bahkan antibiotik untuk menghentikan gejala penyakit tersebut.
- Pastikan memberikan cairan yang cukup setiap anak muntah dan diare serta kenali adanya gejala gejala kegawatan seperti penurunan kesadaran, mata cowong, bibir kering, berkurangnya kencing sehingga anda tidak terlambat membawa anak anda yang diare ke petugas kesehatan terdekat.
- Untuk batuk pilek, selain lebih sering minum untuk membantu mengencerkan dahak, Anda bisa mengenali tanda kegawatan seperti napas cepat, napas cuping hidung dan adanya tarikan dinding dada yang mengharuskan anda segera membawa anak ke petugas kesehatan terdekat
5. Percaya kunci kesembuhan
99% kunci keberhasilan pengobatan adalah rasa percaya Anda terhadap cara pengobatan tersebut, bila Anda percaya terhadap suatu pengobatan, tentunya Anda akan patuh untuk melakukan semua petunjuk pengobatannya sehingga pada akhirnya membawa Anda kepada kesembuhan. Rasa percaya juga akan membawa keoptimisan yang sangat penting dalam membangkitkan sistem kekebalan tubuh dan membawa kesembuhan.
Terbukti bahwa sebagian besar orang tua yang tidak kooperatif, tidak percaya dan tidak patuh pada instruksi dokter justru membawa dampak pada lamanya kesembuhan anak mereka. Sehingga sebaiknya bila ada uneg uneg yang terpendam, komunikasikan dengan baik pada dokter Anda.
Mencari "second opinion" adalah hak Anda, tetapi tidak akan ada gunanya bila tidak Anda komunikasikan kembali pada dokter Anda, apalagi bila hasil "second opinion" tersebut hanya semakin menambah kebingungan dan rasa tidak percaya pada pengobatan yang sedang dijalani. Dalam hal ini yang dirugikan tentunya adalah kesehatan anak Anda.
Sehingga menjadi ibu dan pasien yang pintar tentunya adalah suatu keharusan ^_^
Salam DokterAnakku





0 comments:
Poskan Komentar